SMA KOLESE DE BRITTO Intelligent,Creative,Self-Fulfilled
Jl Laksda Adisucipto No. 161 YOGYAKARTA, INDONESIA 55281 Telp. (0274) 518667 Fax (0274) 547606
Berita Kampus
Jum'at, 5 Februari 2010 Pesta Nama Santo Yohanes de Britto
Empat Februari adalah tanggal penting untuk komunitas SMA
Kolese de Britto karena pada tanggal tersebut diperingati pesta nama pelindung
sekolah, Santo Yohanes de Britto. Rangkaian perayaan pesta nama tahun ini
berjalan cukup panjang dan meriah. Seluruh komunitas sekolah tidak hanya ingin
merayakan dengan pesta nan gebyar, tetapi juga berusaha menimba semangat dari
pelindung mereka. Tema yang diambil tahun ini adalah: Bergulat Memaknai Hidup Sebagai Manusia Utuh.
Dimulai pada 18 Januari, patung St. Yohanes de Britto di
taman barat ditutup dengan kain ungu dan di depan patung tersebut diletakkan
sebuah guci. Apa maksud dari semua itu? Patung yang diselubungi kain ungu
menjadi tanda bahwa selama ini masih begitu banyak keprihatinan yang
menyelubungi diri tiap warga SMA Kolese de Britto. Berbagai selubung itu
menghalangi perkembangan menjadi manusia utuh. Pada minggu-minggu menjelang
pesta nama, seluruh isi sekolah ingin merefleksikan berbagai keprihatinan dan
kekurangan yang menjadi selubung penutup diri tersebut. Selanjutnya, hasil
refleksi itu akan ditulis dan kemudian dimasukkan di guci depan patung. Selain
refleksi keprihatinan, ditulis juga berbagai doa syukur dan harapan terhadap
komunitas sekolah.
Sembilan hari menjelang pesta nama, seluruh sekolah memulai
novena 9x
St. Yohanes de Britto. Tiap kali
novena, diceritakan sepenggal kisah hidup dari santo pelindung tersebut,
dimulai dari masa kecilnya di hari pertama novena, sampai dengan kemartirannya
di hari terakhir novena. Penggalan kisah hidup tersebut kemudian direfleksikan,
diambil nilai-nilai pentingnya dan kemudian dijadikan bahan doa dengan
perantaraan St. Yohanes de Britto. Dengan ini semua, seluruh komunitas ingin
menggali kembali semangat St. Yohanes de Britto.
Perayaan puncak
Pesta
Nama
St. Yohanes de Britto berlangsung semarak pada 4
Februari 2010. Perayaan Ekaristi meriah mengawali pesta hari itu. Ekaristi
dimulai di taman barat, di dekat patung de Britto dengan upacara membuka
selubung patung de Britto dan membakar seluruh doa dan refleksi di dalam guci.
Semua itu menjadi tanda bahwa mulai saat itu seluruh komunitas sekolah ingin
bangkit dari keprihatinan selama ini dan memulai hari baru yang lebih optimis
menuju manusia utuh. Dibacakan juga kisah St. Yohanes de Britto yang telah
didalami selama novena. Perayaan ekaristi dilanjutkan dengan prosesi perarakan
mengelilingi sekolah sambil berdoa bersama. Perarakan berakhir di Aula dan
ekaristi dilanjutkan seperti biasa.
Usai
ekaristi, ada beberapa sajian menarik yang telah disiapkan. Kepala sekolah SMA
de Britto memberikan penghargaan bagi seorang alumni, Mas Gigih, yang telah
membuat aransemen lagu Mars de Britto. Setelah itu, perpustakaan de Britto
memberikan penghargaan bagi siswa yang paling antusias menggunakan fasilitas
perpustakaan.
Ada
satu siswa dari masing-masing tingkat yang menerima penghargaan tersebut.
Pesta nama juga selalu
menjadi waktu untuk pelantikan anggota Presidium Baru. Kali ini, telah terpilih
7
orang untuk
menggantikan Presidium lama. Presidium baru itu adalah Felix Yuwono (X3),
Omar Adrian Rozak (XIS3), Greogorius Gora (X3), Pius Doni
(X7), Theodore Wira (XIA4), Yoseph Michael Bimo (X6), dan Daniel Dimas (X2).
Pesta nama kali ini
bertambah meriah karena kehadiran beberapa keluarga dari Danan dan Panti Cacat
Ganda Panti Asih Pakem. Kedua tempat itu adalah tempat para siswa kelas XI de
Britto mengadakan live in minggu yang lalu. Pada kesempatan ini, diputarkan
beberapa foto saat anak-anak mengadakan live in. Canda dan tawa mengiringi pemutaran
slide foto ini. Setelahnya, diputar sebuah film buatan anak-anak de Britto yang
mengisahkan perjalanan de Britto selama setahun terakhir. Film tersebut
mengajak seluruh komunitas untuk bangkit, kembali berjuang menuju manusia yang
utuh.
Seluruh rangkaian perayaan pesta nama ditutup dengan acara
makan siang bersama. Seluruh komunitas sekolah, dari para guru, karyawan dan
para siswa bersama-sama makan siang di aula dan halaman barat sekolah. Semoga
dari seluruh rangkaian acara ini, semakin ditemukan nilai-nilai dari santo
pelindung, sebagai satu kekuatan untuk berjuang menjadi manusia yang utuh!